Senin, 17 April 2017

[Puisi] Meraih Mimpi

Meraih Mimpi

Berdiam diri ditengah
sunyiny kegelapan malam
Waktu berlalu begitu cepat
Sendirian
ditelan bisingnya ombak samudra

Meraih mimpi
tak semudah membalikkan telapak tangan
Meraih mimpi
tak semudah menjentikkan jari

Tinggi anganmu sampai ke cina
tak ayal ku raih setinggi mungkin
Mencoba dan berusaha meraihnya
tak lupa doa terus ku panjatkan

[Puisi] Dengan puisi, aku

Dengan puisi, Aku
Karya : Taufiq Ismail

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya

1965

Rabu, 12 April 2017

[Puisi Cinta] Tak Sengaja

Tak Sengaja
Oleh : Mohammad Ilham Himawan

Kini kau melihatku
dengan sebelah matamu
seolah-olah kau
tak lagi di sisiku,
setelah kau campakkan aku
dengan segala sesuatu,
yang membuatmu tak sesuai
dengan isi hatimu.

Memang benar, ini semua salahku.
Kau terlibat oleh ketidaksengajaan ini
yang membuatku jatuh hati padamu.

Ini semua salahku, aku membuatmu
sedih dengan sifatku,
yang selalu terus-terang
kepada semua orang di sekitarku.

Aku tahu isi hatimu,
yang tak lagi menemuiku,
menatapku, apalagi berbincang denganmu,
dengan alasan yang
sama sekali tak ku
ketahui darimu,
akupun juga sama, di hatiku
tak lagi ada perasaan spesial
kepadamu, cinta lamaku.

Pedih rasanya,
aku tak diperhatikannya,
namun itu pantas untukku.
Sebagai pelajaran hidupku,
aku harus menjaga rapat-rapat
semua perasaan itu.

[Puisi] Pelajaran Berharga

Pelajaran berharga
Oleh : Mohammad Ilham Himawan

Tak dipungkiri,
Pelajaran yang ku pelajari
Sangat bermanfaat
Bagiku.

Goresan makna semua pelajaran itu
memberiku arti tentang
pentingnya ilmu itu.
Ilmu yang bermanfaat
yang diberikan guruku,
membantuku tuk mengubah
pola pikirku,
menuju pola pikir
Cendekiawan.

Beberapa orang terkekeh.
Murni tak tahu
Apa pentingnya ilmu itu.
Mereka yang hanya tertawa.
Aku anggap, bak peribahasa
Tong Kosong Berbunyi Nyaring
Mereka beranggapan
Itu hanya mebuang-buang waktu
Semua itu sia-sia saja

Membuka cakrawala dunia
dengan mencari ilmu,
dan menemukan pelajaran berharga
di dalamnya.
Itulah hal yang aku
angan-angankan,
untuk kemajuan Dunia Pendidikan

[Puisi Kritik] Makan Uang Rakyat

Makan Uang Rakyat
Oleh : Mohammad Ilham Himawan

Negeri malang ini
digerogoti tikus licik
Mereka berdasi,
Kantung berduit,
Mobil mewah mengkilap,
Rumah mahal bertingkat.

Duit bukan miliknya,
Ia pakai berfoyafoya,
Ia bagi ke kerabatnya,
Ia hiraukan
amanat yang diembannya.

Tikus bukan hanya makan
keju.
Ia juga makan
uang rakyat.

[Puisi Himne] Lemah iman, kau binasa

Lemah iman, kau binasa.
Oleh : Mohammad Ilham H

Tatapan tajam
dari sorot mataku,
melihat seluruh
sudut di sekelilingku.

Tak ada sesuatu,
di sekelilingku.
Namun, sesuatu yang
'Tak tampak'
perlahan menampakkan
bujukannya.

Khawatir akan
kematianku
yang tiba-tiba,
oleh musuh 'tak nampak'
yang mengincarku.

Bisa saja aku
diterkamnya
Jangan Lengah!
Kuatkan iman!
Jangan Goyah!
Agar ku tak binasa,
oleh bujukannya
yang licik itu.

Licik sekali
bujukannya,
tapi semua akan berakhir
hingga kiamat tiba.
Dan mereka akan hilang
oleh Yang Maha Kuasa.

[Puisi Cinta] Dekatkanlah aku padaMu

Dekatkanlah aku padaMu

ya, Allah
Jika aku jatuh hati,
Tautkanlah hati ini kepada dia yang senantiasa mencintai-Mu
Labuhkanlah jiwa ini kepada dia yang membuatku semakin mengagumi-Mu
Sandarkanlah raga ini kepada dia yang memperkuat ibadahku kepada-Mu

Ya Rabb...
Jika aku jatuh cinta,
Jangan biarkan cintaku kepadanya melalaikan cintaku kepada-Mu
Pun jangan biarkan cintaku untuk-Mu berkurang,
Bimbinglah kami untuk senantiasa tawadzun dalam hidup ini.

[Puisi Lara] Dera

Dera
Oleh: Mohammad Ilham Himawan

Ronta Keheningan
Anggap kegembiraan
Lalu jadi deru
Keleru menggebu

Tak kira gembira
jadi lara
Suka tak mengira
jadi dosa dan dera

Kamis, 16 Februari 2017

Goresan Puisi Cinta

BERAT MELEPASMU

Kesalahanku yang selama ini menyakitimu
Menghancurkan hatimu berkeping-keping
Ingin ku hilangkan rasa cintaku padamu
Namun, hati ini berat melepasmu

TERLANJUR MENYUKAIMU

Kita tak pernah tahu
Apakah kita ditakdirkan bersama
Di dunia ini bersamamu
Kau mewarnai duniaku
Suka duka kita jalani bersama
Sungguh, aku terlanjur jatuh cinta padamu

KU MASIH MENYUKAIMU

Mungin benar, kau anggap aku mempermainkan hatimu
Cinta memanglah buta, namun hati tak pernah buta
Masih ada seberkas cintaku padamu di ulu hatiku
Perih rasanya kau menjauhiku oleh masalah sepele itu

INGIN

Ingin ku menaruh
Seluruh cintaku padamu
Sebagai tanda
Rasa sayangku padamu


Goresan Pantun Cinta

Mawar putih mawar merah
Kukirim untuk si dia
Perasaan cinta itu anugrah
Mending disimpan jadi rahasia